Sabtu, 05 November 2016

Fadilla Triana



                                                          Nama        :  Fadilla Triana
                                                          NPM         :  157260010
                                                          Prodi         :  FKIP  SEJARAH
                                                          Semester   : 3



TEORI BELAJAR KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK
TEORI KOGNITIF
Istilah cognitive berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti  dan penggunaan pengetahuan.
Dalam perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu domain wilayah atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusan diotak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang bertalian dengan ranah rasa.
Menurut para ahli jiwa aliran kognitifisme, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan pada aspek kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana tingkah laku itu terjadi
Teori ini berbeda dengan teori belajar behavior, bahwa yang utama pada kehidupan manusia adalah mengetahui(knowning) dan bukan stimulus dan respon. Teori ini menekankan pada peristiwa mental bukan stimulus-respon. Perilaku termasuk penting sebagai indikator namun yang lebih penting adalah berfikir. Dalam kaitannya dengan berfikir ini, pada manusia terbentuk strukutur mental atau organisasi mental. Pengetahuan terbentuk melalui proses pengorganisasian pengetahuan baru dengan struktur yang telah ada setelah pengetahuan baru tersebut diinterpretasikan oleh struktur yang ada tersebut. Dalam teori kognitif seorang individu itu harus aktif berfikir, dan berencana bukan pasif menerima stimulus dari lingkungan.
TEORI KONSTRUKTIVISTIK
Salah satu pendekatan yang dalam tiga dakade terakhir dijadikan landasan dalam pengembangan dan penelitian pembelajaran adalah konstruktivisme. Pendekatan ini lebih banyak dibicarakan dalam konteks pembelajaran bagi anak-anak, sementara pembelajaran orang dewasa lebih sering menggunakan pendekatan learning cycle.
Pengetahuan dianggap sebagai kumpulan fakta. Namun akhir-akhir ini terlebih dalam bidang sains diterima bahwa pengetahuan tidak lepas dari subjek yang sedang belajar mengerti. Pengetahuan lebih dianggap sebagai suatu proses pembentukan (konstruksi) yang terus-menerus berkembang dan berubah.
Konstruktivisme adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan  bahwa pengetahuan kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Von Glasersfled menegaskan bahwa pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan. Dalam konteks flsafat pendidikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang berbudaya modern dan dibangun sedikit demi sedikit.
Pembelajaran konstruktivistik adalah membangunkan pengetahuan melalui pengalaman, interaksi sosial, dan dunia nyata. Pengetahuan bukan seperti benda yang mudah dimuatkan dalam wadahnya. Menurut Piaget (1991; 310) menyebutkan pengetahuan itu bukan satuan obyektif yang ada dilingkungan, melainkan merupakan interaksi antara individu dengan lingkungannya, dan ia mempunyai komponen subyektif maupun obyektif.
Pembelajaran konstruktivistik adalah pembelajaran berpusan pada peserta didik, guru sebagai mediator, fasilitator, dan sumber belajar dalam pembelajaran. Menurut Piaget (dalam Gredler, 1991;308) proses pembelajaran merupakan upaya mencerdasan peserta didik kaarena belajar sebagai proses sepesifik yang terjadi dalam parameter luas  yang ditentukan oleh kecerdasan. Piaget menjelaskan bahwa kecerdasan suatu proses yang terus berlangsung dan selalu berubah. Mekanisme individu berinteraksi dengan lingkungan pada suatu waktu tertentu dan suatu proses yang terus menerus membentuk dirinya sendiri

PENGARUH TEORI KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN
Dari penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pengaruh teori belajar kognitif dan konstruktivistik dalam pembelajaran adalah:
  1. Memberikan peluang kepada murid untuk lebih aktif membangun pola nalar fikir murid dalam proses pencapaian tujuan sesuai dengan kesadaran.
  2. Meningkatkan tingkat intelektual guru dan murid dan semua variabel yang terkait di dalamnya.
  3. Memperkuat dorongan mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Termasuk juga pegaruhnya pada ranah konasi dan efeksi seseorang.
  4. Mempererat hubungan antara guru dan murid, karena dalam penerapannya mereka saling menghargai batas kemampuan yang dimiliki, karena dalam hal ini interaksi masih tetap berjalan.
  5. Mampu memahami dan mengolah beberapa informasi menjadi sebuah skema khusus dari setiap individu.

 KESIMPULAN
Teori belajar merupakan sebuah konsep yang menggambarkan suatu proses perkembangan dan perubahan yang disusun secara sistematis dengan menghubungkan bagian-bagian yang tersedia dalam proses tersebut.
Secara psikologis terdapat beberapa teori yang berkaitan dalam belajar salah satunya teori belajar kognitif yang berpusat pada aspek pemahaman dan teori konstruktivistik yang berpusat pada pengolahan informasi.
Pengaruh kedua teori ini terhadap pembelajaran dalam diketahui melalui beberapa aspek yakni, aspek kognitif, social, dan aspek psikomotorik anak yang bersifat membangun individu secara afektif .


Tidak ada komentar:

Posting Komentar