Nama : Fadilla Triana
NPM : 157260010
Prodi : FKIP SEJARAH
Semester : 3
TEORI
BELAJAR KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK
TEORI KOGNITIF
Istilah cognitive
berasal dari kata cognition yang padanannya knowing, berarti
dan penggunaan pengetahuan.
Dalam
perkembangan selanjutnya, istilah kognitif menjadi popular sebagai salah satu
domain wilayah atau ranah psikologis manusia yang meliputi setiap perilaku
mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi,
pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Ranah kejiwaan yang berpusan
diotak ini juga berhubungan dengan konasi (kehendak) dan afeksi (perasaan) yang
bertalian dengan ranah rasa.
Menurut para
ahli jiwa aliran kognitifisme, tingkah laku seseorang itu senantiasa didasarkan
pada aspek kognisi, yaitu tindakan mengenal atau memikirkan situasi dimana
tingkah laku itu terjadi
Teori ini
berbeda dengan teori belajar behavior, bahwa yang utama pada kehidupan manusia
adalah mengetahui(knowning) dan bukan stimulus dan respon. Teori ini
menekankan pada peristiwa mental bukan stimulus-respon. Perilaku termasuk
penting sebagai indikator namun yang lebih penting adalah berfikir. Dalam
kaitannya dengan berfikir ini, pada manusia terbentuk strukutur mental atau
organisasi mental. Pengetahuan terbentuk melalui proses pengorganisasian
pengetahuan baru dengan struktur yang telah ada setelah pengetahuan baru
tersebut diinterpretasikan oleh struktur yang ada tersebut. Dalam teori
kognitif seorang individu itu harus aktif berfikir, dan berencana bukan pasif
menerima stimulus dari lingkungan.
TEORI KONSTRUKTIVISTIK
Salah satu
pendekatan yang dalam tiga dakade terakhir dijadikan landasan dalam
pengembangan dan penelitian pembelajaran adalah konstruktivisme. Pendekatan ini
lebih banyak dibicarakan dalam konteks pembelajaran bagi anak-anak, sementara
pembelajaran orang dewasa lebih sering menggunakan pendekatan learning
cycle.
Pengetahuan
dianggap sebagai kumpulan fakta. Namun akhir-akhir ini terlebih dalam bidang
sains diterima bahwa pengetahuan tidak lepas dari subjek yang sedang belajar
mengerti. Pengetahuan lebih dianggap sebagai suatu proses pembentukan
(konstruksi) yang terus-menerus berkembang dan berubah.
Konstruktivisme
adalah salah satu filsafat pengetahuan yang menekankan bahwa pengetahuan
kita adalah konstruksi (bentukan) kita sendiri. Von Glasersfled menegaskan
bahwa pengetahuan bukanlah suatu tiruan dari kenyataan. Dalam konteks flsafat
pendidikan konstruktivisme adalah suatu upaya membangun tata susunan hidup yang
berbudaya modern dan dibangun sedikit demi sedikit.
Pembelajaran
konstruktivistik adalah membangunkan pengetahuan melalui pengalaman, interaksi
sosial, dan dunia nyata. Pengetahuan bukan seperti benda yang mudah dimuatkan
dalam wadahnya. Menurut Piaget (1991; 310) menyebutkan pengetahuan itu bukan
satuan obyektif yang ada dilingkungan, melainkan merupakan interaksi antara
individu dengan lingkungannya, dan ia mempunyai komponen subyektif maupun
obyektif.
Pembelajaran
konstruktivistik adalah pembelajaran berpusan pada peserta didik, guru sebagai
mediator, fasilitator, dan sumber belajar dalam pembelajaran. Menurut Piaget
(dalam Gredler, 1991;308) proses pembelajaran merupakan upaya mencerdasan
peserta didik kaarena belajar sebagai proses sepesifik yang terjadi dalam
parameter luas yang ditentukan oleh kecerdasan. Piaget menjelaskan bahwa
kecerdasan suatu proses yang terus berlangsung dan selalu berubah. Mekanisme
individu berinteraksi dengan lingkungan pada suatu waktu tertentu dan suatu
proses yang terus menerus membentuk dirinya sendiri
PENGARUH TEORI KOGNITIF DAN KONSTRUKTIVISTIK DALAM
PROSES PEMBELAJARAN
Dari
penjelasan diatas dapat diketahui bahwa pengaruh teori belajar kognitif dan
konstruktivistik dalam pembelajaran adalah:
- Memberikan peluang kepada murid untuk lebih aktif membangun pola nalar fikir murid dalam proses pencapaian tujuan sesuai dengan kesadaran.
- Meningkatkan tingkat intelektual guru dan murid dan semua variabel yang terkait di dalamnya.
- Memperkuat dorongan mental yang berhubungan dengan pemahaman, pertimbangan, pengolahan informasi, pemecahan masalah, kesengajaan, dan keyakinan. Termasuk juga pegaruhnya pada ranah konasi dan efeksi seseorang.
- Mempererat hubungan antara guru dan murid, karena dalam penerapannya mereka saling menghargai batas kemampuan yang dimiliki, karena dalam hal ini interaksi masih tetap berjalan.
- Mampu memahami dan mengolah beberapa informasi menjadi sebuah skema khusus dari setiap individu.
KESIMPULAN
Teori
belajar merupakan sebuah konsep yang menggambarkan suatu proses perkembangan
dan perubahan yang disusun secara sistematis dengan menghubungkan bagian-bagian
yang tersedia dalam proses tersebut.
Secara
psikologis terdapat beberapa teori yang berkaitan dalam belajar salah satunya
teori belajar kognitif yang berpusat pada aspek pemahaman dan teori
konstruktivistik yang berpusat pada pengolahan informasi.
Pengaruh
kedua teori ini terhadap pembelajaran dalam diketahui melalui beberapa aspek
yakni, aspek kognitif, social, dan aspek psikomotorik anak yang bersifat
membangun individu secara afektif .
Tidak ada komentar:
Posting Komentar